Tampilkan postingan dengan label ILMU TANAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ILMU TANAH. Tampilkan semua postingan

NUTRISI TANAMAN


NUTRISI TANAMAN

Dalam pembangunan perkebuna kelapa sawit perlu di perhatikan kekayaan nutrisi yang terkandung, nutrisi terbagi dalam dua kategori, yakni elemen makro, dan elemen mikro
Reaksi tanah (pH) merupakan indikasi yang menggambarkan tingkat kemasaman atau alkalinitas tanah.  Nilai ini berpengaruh pada mudah tidaknya unsur-unsur hara tersedia atau diserap oleh tanaman, adanya unsur beracun bagi tanaman dan aktivitas organisme.  Reaksi tanah yang masam mengakibatkan terjadinya pengikatan P oleh Al dan meningkatkan kelarutan Al yang bersifat racun bagi tanaman, serta tidak tersedianya unsur Boron (B) yang sangat penting bagi pertumbuhan tanaman
Nitrogen merupakan hara makro yang paling esensial bagi pertumbuhan vegetatif tanaman.  Kekurangan unsur ini akan berakibat tanaman tumbuh  kerdil, pertumbuhan akan terhambat, daun-daun kuning (kurang memiliki arti produksi).  Bahan organik merupakan sumber utama N dalam tanah dan ketersediaannya dipengaruhi oleh ratio antara C dan N.  Sebagian besar N tanah terikat dalam bentuk organik dan sebagian kecil dalam bentuk anorganik.  N  organik tidak dapat diserap oleh tanaman.  Tanaman menyerap Nitrogen dalam bentuk Amonium (NH4) dan Nitrat (NO3).  N dalam tanah dapat berkurang atau  hilang melalui pencucian, penguapan dan diserap oleh tanaman.    Pengaruh kegiatan pengusahaan hutan terhadap kadar  N-total dapat terjadi melalui berkurangnya kadar bahan organik, meningkatnya proses pencucian dan erosi serta perubahan sifat kimia tanah.
Perbedaan kadar bahan organik pada masing-masing jenis kegiatan dapat disebabkan oleh perbedaan kandungan bahan organik awal,  faktor topografi, intensitas pelapukan dan erosi yang terjadi.
Bagi tanaman, Fosfor (P) merupakan unsur hara makro esensial kedua setelah Nitrogen.  Unsur ini sering ditambahkan ke dalam tanah sebagai pupuk, karena pada umumnya tanah-tanah di Indonesia khususnya pada lahan-lahan marginal memiliki kandungan P yang sangat rendah.  P dalam bentuk P organik dapat  dibebaskan menjadi bentuk anorganik melalui proses dekomposisi sehingga dapat diserap oleh tanaman.  Bentuk P anorganik dalam tanah jumlahnya sedikit  dan sukar larut dalam air.  Kadar P-total pada areal calon lokasi Perkebunan berkisar antara  1,15 mg/100 g - 5,49 mg/100 g, tergolong sangat rendah.
Seperti halnya N dan P, unsur Kalium (K) juga merupakan unsur makro esensial bagi tanaman.  Secara umum unsur ini bersama unsur N dan P menentukan tingkat produksi tanaman.  Gejala kekurangan K pada tanaman berakibat pinggir daun berwarna coklat, tanaman kerdil dan daun tua menguning.  Sumber K dalam tanah umumnya ditemukan dalam bentuk mineral yang kompleks.  Bentuk tersebut mudah berubah bila tercuci oleh air yang mengandung   CO2  atau asam-asam lainnya.  Sebagian besar kandungan K dalam tanah berasal dari pelapukan batuan yang mengandung K seperti mika dan feldspar (menghasilkan ion K bagi tanaman)
Kapasitas tukar kation suatu jenis tanah adalah kemampuan tanah untuk menyerap kation-kation yang dapat dipertukarkan pada permukaan koloid-koloid tanah yang bermuatan negatif.  Nilai KTK berkaitan erat dengan  kesuburan tanah, dimana tanah dengan nilai KTK tinggi mampu menyerap dan menyediakan unsur hara lebih baik dari pada tanah dengan nilai KTK rendah.   Besarnya KTK sangat dipengaruhi oleh jumlah dan jenis liat, serta humus tanah. 
Aluminium (Al) dalam tanah dapat menimbulkan hambatan bagi pertumbuhan  tanaman secara langsung maupun tidak langsung.  Secara langsung tingginya kadar Al dalam tanah dapat meracuni tanaman, sedangkan secara tidak langsung Al dapat sebagai pensuplai ion H yang pada akhirnya mempengaruhi pH tanah sehingga pH rendah dan mengakibatkan tidak tersedianya unsur hara.  Al yang tinggi juga dapat mengikat unsur-unsur lain seperti Pospor (P) dan Boron (B) sehingga tidak tersedia bagi tanaman.  Untuk lebih jelasnya dapat disajikan dalam penjelasan berikut :
A.  ELEMEN MAKRO
Elemen atau unsur makro adalah unsur yang sangat diperlukan oleh tanaman dalam jumlah yang besar untuk melaksanakan/mempunyai  fungsi yang sangat penting  dalam tubuh tanaman, adapun unsur/elemen makro adalah sebagai berikut :
1.  Nitrogen (N)
Sebagai unsur kimia dan komponen utama yang penting dalam tanaman, protoplasma sel mempunyai kandungan nitrogen yang tinggi, dan juga merupakan unsur pokok protein, asam amino, almida dan alkolida. Klorophil juga mempunyai unsur nitrogen, jika dalam keadaan dibawah optimal ada kecendrungan nitrogen akan ditransfer ke jaringan yang lebih muda, yang secara fisiologis merupakan daerah aktif titik tumbuh.
2.  Fosfor (P)
Fosfor adalah komponen asam nukleat, yang berfungsi untuk mengatur proses perkembangan, defisiensi unsur ini akan menghambat pertumbuhan, dan juga mempengaruhi pertumbuhan akar. Fosfor juga merupakan komponen berbagai system fisiologis yang berhubungan dengan nutrisi dan respirasi dan juga mempengaruhi pemasakan buah, dan elemen ini dibutuhkan dalam jumlah yang cukup untuk efisiensi penggunaan nitrogen.
Fosfor mempunyai peranan penting dalam pemecahan karbohidrat dan makanan lainnya yang dihasilkan akibat proses fotosintesis dalam tanaman. Kekurangan fosfor akan menghambat fotosistesis dan membatasi kemampuan tanaman untuk memproduksi karbohidrat, peranan fosfor dalam proses pertumbuhan tanaman sebagai berikut :
  1. Stimulasi pertumbuhan awal akar dan perkembangannya
  2. Mempercepat tanaman untuk menghasilkan
  3. Produksi buah dan biji.
3.  Kalium (K) Kalium mempunyai pengaruh dalam proses fisiologi antara lain
  1. Pembelahan sel
  2. Formasi fotosintesis dari karbohidrat
  3. Reduksi nitrat dan mengubah hasil sistesis menjadi protein
  4. Aktifitas enzim
4.  Magnesium (Mg)
Sebagai salah satu komponen dri sejumlah system enzym, magnesium juga mempunyai fungsi vital dalam pembentukan klorophil
Fungsi Magnesium dalam tanaman adalah sebagai berikut
  1. Bagian essential dari klorophil
  2. Mengatur pengambilan unsur hara tanaman lainnya
  3. Sebagai pembawa fosfor dalam tanaman
  4. Membantu pembentukan minyak dan lemak dll
5.  Sulfur (S)
Sulfur sangat penting dalam pembentukan minyak pada tanaman, seperti halnya sulfur dan nitrogen, adalah pembentuk asam amino
Sulfur Sangat mirip dengan Nitrogen jika dibandingkan dengan nutrient essensial tanaman lainnya, dan kekurangan unsur sulfur pun sangat mirip dengan dengan defensiensi nitrogen
6.         Kalsium (Ca)
Fungsi utama dari kalsium adalah sebagai komponen dinding sel. Dinding sel ini mempunyai daerah meristimatik dan ini sangat penting untuk pertumbuhan akar yang baik, dalam fisiologi sel kalsium cenderung mengatur atau menghambat aktivitas kalium, dan kalsium dapat juga mempengaruhi penyerapan nitrogen
Fungsi Kalsium dalam tanaman adalah sebagai berikut :
  1. Meningkatkan pembentukan awal akar dan pertumbuhan
  2. Meningkatkan kekuatan tanaman secara umum
  3. Mempengaruhi jumlah pegambilan bahan makanan pada tanaman
  4. Menetralisasi produksi racun dalam tanaman.
  5. Meningkatkan produksi biji dan benih
  6. Meningkatkan kandungan kalsium makanan.
B.   ELEMEN MIKRO
Elemen mikro atau mikronutrien adalah elemen yang penting, dan dibutuhkan dalam jumlah sedikit dan kecil untuk menjalankan fungsinya yang penting dalam tubuh tanaman. Beberapa fungsi elemen mikro dalam system enzyme tanaman sebagai elemen pembentuk anion (Boro dan Molibdenum) juga pembentuk unsure kation (tembaga). Beberapa diantaranya dalam proses oksidasi – reduksi dalam metabolisme tanaman beberapa diantaranya dibutuhkan dalam memproduksi klrorophil, Unsur mikro diantaranya adalah sebagai berikut :
1.     Mangaan (Mn)
        Fungsi umumnya adalah sebagai katalis untuk berbagai system enzyme. Mangaan bersifat antagonistic dengan besi, jumlah berlebihan dari salah satu unsur akan menyebabkan munculnya gejala defisiensi dari unsur lainnya, tetapi interaksi elemen ini dengan mikronutrien lainnya mungkin menguntungkan
2.     Besi (Fe)
Klorosis kerena defisiensi zat besi pada tanaman menunjukan fungsi elemen ini dalam pembentukan klorophil, walaupun bukan elemen pembentuk yang sebenarnya, zat besi juga berfungsi sebagai katalis dalam sistem enzym pernapasan dan oksidasi, dan terlibat dalam reduksi nitrate menjadi amonia. Secara umum pergerakan dan kelarutan dalam tanaman adalah terbatas, terutama jika jumlah Mangaan dan Fosfor tinggi, jumlah kalium rendah dan cahaya yang sangat terang
3.     Seng (Zn)
Seng dibutuhkan untuk metabolisme protein dan berperan dalam pembentukan klorophil
4.     Tembaga (Cu))
Tembaga penting sebagai koenzym yang dibutuhkan untuk mengaktifkan beberapa enzym tanaman, juga terlibat dalam pembentukan klorophil. Penyerapan tembaga berlawanan dengan penyerapan zat besi. Jumlah tembaga yang terlalu kecil menyebabkan zat besi terakumulasi dalam tanaman, dan jumlah tembaga yang terlalu banyak menyebabkan gejala klorosis yang terjadi hampir disetiap pertumbuhan baru, karena tembaga relatif tidak mobil.
5.      Molibdenum
Molibdenum penting dalam simbiosis fiksasi nitrogen dalam reduksi nitrogen nitrat menjadi bentuk amino, oleh sebab itu defisiensi molibdenum dapat menyebabkan defisiensi nitrogen dalam tanaman.
6.     Boron
Banyak pertumbuhan vegetatif yang abnormal disebabkan defisiensi boron, dan jika kelebihan elemen ini menunjukan gejala keracunan, interaksi elemen ini dengan elemen mikro lainnya dimana ada ketidak seimbangan dapat mengganggu perkembangan bibit.

READ MORE » NUTRISI TANAMAN

DASAR DASAR ILMU TANAH



DASAR DASAR ILMU TANAH

A.   Pengertian Tanah
Tanah berasal dari hasil pelapukan batuan bercampur dengan bahan organik dan organisme (vegetasi/hewan) yang di hidup di atasnya atau di dalamnya.  Selain itu di dalam tanah terdapat udara + air
DEFINISI TANAH SECARA ILMIAH
Tanah adalah kumpulan dari benda alam di permukaan bumi yang tersusun dalam horison-horison, terdiri dari campuran bahan mineral, bahan organik, air dan udara serta merupakan media untuk tumbuhnya tanaman

PEDOLOGI vs EDAPOLOGI
Pedologi: s
Ilmu yang mempelajari proses pembentukan tanah beserta faktor-faktor pembentuknya, klasifikasi tanah, survei tanah dan cara-cara pengamatan tanah di lapang.
Tanah dipandang sebagai suatu benda alam yang dinamis dan tidak secara khusus dihubungkan dengan pertumbuhan tanaman.
EDAPOLOGI
Apabila tanah dipelajari dalam hubungannya dengan pertumbuhan tanaman
Dalam edapologi dipelajari sifat-sifat tanah dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman.  Usaha-usaha yang perlu dilakukan untuk memperbaiki sifat-sifat tanah bagi pertumbuhan tanaman, misalnya pemupukan, pengapuran dll.
Bahan utama penyusun tanah:
1.       Bahan mineral (45%)
2.       Bahan organik (5%)
3.       Air (20 – 30%)
4.       Udara (20 – 30%)
Komposisi ini berbeda untuk tiap jenis tanah ataupun tiap lapisan tanah
1. BAHAN MINERAL
l  Bahan mineral berasal dari pelapukan batuan
l  Batuan dikelompokkan:
1. batuan beku
2. batuan sedimen
3. batuan metamorfik (malihan)
BAHAN MINERAL
l  Terdapat dalam berbagai ukuran:
50 /u  – 2,00 mm  => pasir
2   –   50    /u        => debu
< 2  /u                   => liat
Bahan mineral > 2 mm terdiri dari kerikil, kerakal dan batu
Mineral primer: mineral yang berasal langsung dari batuan yang dilapuk (terdapat pada fraksi pasir dan debu)
Mineral sekunder: mineral bentukan baru yang terbentuk selama proses pembentukan tanah berlangsung (terdapat pada fraksi liat)
Beberapa jenis mineral sekunder (mineral liat) yang sering ditemukan di dalam tanah:
1.  Kaolinit
2.  Haloisit
3.  Montmorilonit
4.  Gibsit
5.  Al-Fe oksida
Pengaruh bahan organik terhadap sifat tanah dan pertumbuhan tanaman:
-          memperbaiki struktur tanah
-          sumber hara N, P, S dan unsur mikro
-          Menambah kemampuan tanah menahan air
-          Menambah kemampuan tanah untuk menahan unsur hara
-          Sumber energi bagi mikroba
Macam-macam BAHAN ORGANIK
-          Bahan organik kasar
-          Bahan organik halus (humus)
-          Humus terdiri dari bahan organik halus, berasal dari hancuran bahan organik kasar, serta senyawa baru yang dibentuk dari hancuran bahan organik tersebut melalui kegiatan mikroba dalam tanah
Humus  Merupakan senyawa yang resisten (tidak mudah hancur), berwarna hitam atau coklat, mempunyai daya menahan air dan unsur hara yang tinggi
Humus mempunyai kapasitas tukar kation yang tinggi yang disebabkan oleh gugus karboksil
Tanah yang banyak mengandung humus atau bahan organik adalah tanah lapisan atas atau top soil.
Makin ke bawah, kandungan bahan organik makin berkurang, sehingga tanah makin kurus (tidak subur)
Tanah organic  Dijumpai di daerah rawa-rawa. Bila kandungan BO > 20 % (untuk tanah pasir) atau > 30 % (untuk tanah liat) dengan ketebalan > 40 cm disebut tanah organik (tanah gambut)
            AIR
Air terdapat dalam tanah karena:
(1)   Diserap (ditahan) oleh masa tanah
(2)   Tertahan oleh lap. kedap air
(3)   Keadaan drainase kurang baik.
Fungsi air bagi tanaman:
(1)   Sebagai unsur hara
(2)   Sebagai pelarut unsur hara
(3)   Sebagai bagian dari sel-sel tanaman (protoplasma)
MACAM-MACAM AIR TANAH
1.       Air higroskopik Air yang diserap tanah sangat kuat sehingga tidak dapat digunakan tanaman
2.       Air kapiler Air yang dapat bergerak ke samping atau ke atas karena gaya kapiler.  Sebagian besar air kapiler merupakan air yang tersedia bagi tanaman
3.       Air gravitasi Air yang tidak dapat diserap tanah karena adanya pengaruh gaya gravitasi
Air kapiler (tersedia bagi tanaman)
(1)   Kapasitas lapang Menunjukkan jumlah air  terbanyak yang dapat ditahan oleh tanah
(2)   Titik layu permanen  Pada kondisi ini, akar tanaman mulai tidak mampu lagi menyerap air dari tanah, sehingga tanaman menjadi layu
(3)   Air tersedia  Merupakan selisih antara kadar air pada kapasitas lapang dan kadar air pada titik layu permanen
TEGANGAN AIR TANAH
Kandungan air pada kapasitas lapang ditunjukkan oleh kandungan air pada tegangan 1/3 bar, sedangkan kandungan air pada titik layu permanen adalah pada tegangan 15 bar.
Air yang tersedia bagi tanaman terletak pada tegangan 1/3 – 15 bar
UDARA
Susunan udara tanah berbeda  dengan udara di atmosfir;
1.        Kandungan uap air > tinggi
2.        Kandungan CO2 lebih besar
3.        Kandungan O2 lebih kecil
Udara dan air mengisi pori-pori tanah.  Air mengisi pori-pori mikro, sedangkan udara mengisi pori-pori makro
Faktor Pembentuk Tanah 
T = f ( B, I, BO, T, W)
HORISON TANAH
Horison O: horison organik yang terbentuk di atas lapisan tanah mineral.
Horison A: horison di permukaan tanah yang terdiri dari campuran bahan organik dan bahan mineral.  Merupakan horison eluviasi yaitu horison yang mengalami pencucian (leaching)
Horison B: horison iluviasi (penimbunan) dari bahan-bahan yang tercuci di atasnya (liat, Fe, Al, bahan organik).
Horison C: bahan induk, sedikit mengalami pelapukan
Horison R: batuan keras yang belum melapuk
PEDON DAN POLIPEDON
Umumnya tanah mempunyai perbedaan sifat profil tanah, misal:  jenis dan susunan horison, kedalaman solum, kandungan bahan organik dan liat, dsb.
Perbedaan tersebut dapat terjadi pada tempat yang berdekatan.  Oleh karena itu untuk mempelajari sifat-sifat tanah perlu dibatasi pada satuan yang disebut dengan PEDON
Pedon:
Satuan individu terkecil dalam tiga dimensi yang masih dapat disebut tanah.  Pedon berukuran antara 1 sampai 10 m2 sehingga cukup luas untuk mempelajari sifat-sifat dan susunan horison tanah yang ada

PELAPUKAN BATUAN DAN MINERAL
1.       Secara Fisik
Penyebab:
Naik turunnya suhu dan perbedaan kemampuan mengembang dan mengerut masing-masing mineral.
Pengangkutan batuan dari suatu tempat ke tempat lain oleh air.
2. Secara Biologi-Mekanik
Akar tanaman yang masuk ke dalam batuan  dapat menghancurkan batuan.
3. Secara Kimia
a.  Hidrasi dan dehidrasi
CaSO4 + 2 H2O  à  CaSO4.2H2O (hidrasi)
CaSO4.2H2O  à CaSO4 + 2H2O (dehidrasi)
b.   Oksidasi dan Reduksi
Fe2+           à  Fe3+ + e
Fe3+  +  e   à  Fe2+
c.  Hidrolisis
K Al Si3O8 + H+  à  H Al Si3O + K+
(feldspar)
d.  Pelarutan
CaCO3  +  2H+ Ã   H2CO3  +  Ca2+
         PEMBENTUKAN PROFIL TANAH
        1. Eluviasi: pemindahan bahan-bahan tanah dari satu horison ke horison lain
2.  Iluviasi: penimbunan bahan-bahan tanah dalam suatu horison
3.  Leaching: Pencucian basa-basa dari tanah
4.  Enrichment: Penambahan basa-basa dari tempat lain
5.  Dekalsifikasi: pemindahan CaCO3 dari tanah atau suatu horison tanah
6.  Kalsifikasi: penimbunan CaCO3 dalam suatu horison tanah
7. Desalinisasi: pemindahan garam-garam mudah larut dari tanah atau suatu horison tanah
1.       Salinisasi: Penimbunan garam-garam mudah larut dalam suatu horison tanah
9.       Dealkalinisasi: Pencucian ion-ion Na dari tanah atau horison tanah
10.   Alkalinisasi: akumulasi ion-ion Na dalam suatu horison tanah
11.   Lessivage: pencucian (pemindahan) liat dari suatu horison ke horison lain dalam bentuk suspensi secara mekanik. Terjadi pada tanah Ultisol atau Alfisol
12.   Pedoturbasi: pencampuran secara fisik atau biologik beberapa horison tanah, sehingga horison-horison tanah yang telah terbentuk menjadi hilang.  Terjadi pada tanah Vertisol
13.  Podsolisasi: Pemindahan Al dan Fe dan atau bahan organik dari suatu horison ke horison lain secara kimia (pada tanah Spodosol).  Silika tidak ikut tercuci, sehingga konsentrasi silika pada horison tercuci meningkat secara relatif.
14.   Desilikasi: Pemindahan silika secara kimia keluar dari solum tanah, sehingga konsentrasi Fe dan Al meningkat (pada tanah Oxisol)
15.   Melanisasi: Pembentukan warna hitam pada tanah karena pencampuran bahan organik dengan bahan mineral (pada tanah Mollisol)
16.   Leusinisasi:
Pembentukan horison pucat karena pencucian bahan organik
17.   Braunifikasi, rubifikasi dan feruginasi
Pelepasan besi dari mineral primer dan dispersi partikel-partikel besi oksida yang makin meningkat.
►          Braunifikasi à tanah berwarna coklat
►          Rubifikasi    à tanah berwarna coklat
kemerahan
►          Feruginasi   à  tanah berwarna merah
18.   Gleisasi:  Reduksi besi karena keadaan anaerob, sehingga terbentuk warna kebiruan atau kelabu kehijauan.
19.   Littering: Akumulasi bahan organik setebal < dari 30 cm di permukaan tanah mineral.
19.   Humifikasi: Perubahan bahan organik kasar menjadi humus.
Dari beberapa proses di atas, dapat dikelompokkan menjadi 4 yaitu:
1.  Penambahan bahan-bahan dari tempat lain ke tanah
2.  Kehilangan bahan-bahan yang ada di tanah
3. Perubahan bentuk (transformation), misal:
perubahan bahan organik à humus
penghancuran pasir à debu
4.  Pemindahan dalam solum, misal:pemindahan liat, bahan organik, Fe dan Al dari lapisan atas      ke lapisan bawah.
FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUKAN TANAH
Lima  faktor pembentuk tanah:
1.  Bahan induk
2.  Organisme
3.  Waktu
4.  Iklim
5.  Topografi (relief)
Tanah = f (b, o, w, i, t)
BAHAN INDUK
1.  Batuan beku
a.  Batuan beku atas (batuan volkanik)
b.  Batuan beku gang
(magma membeku di antara sarang
magma dan permukaan bumi)
c.  Batuan beku dalam
Magma membeku di dalam bumi
2.                   Batuan Sedimen
a.  Batuan endapan tua
berupa endapan laut, contoh:
- batu gamping (CaCO3; CaMg(CO3)2
- batu pasir (SiO2)
- batu liat
b.  Bahan endapan baru
belum menjadi batu
- diendapkan oleh air, dataran banjir
- diendapkan oleh angin,
misal: pasir pantai
1.       Batuan Metamorfik
Berasal dari batuan beku dan sedimen akibat tekanan dan suhu yang relative tinggi.
Batu kapur karbonat mamer à batu pasir à kuarsit
1.         Bahan induk organic
Terdapat di rawa-rawa yang selalu tergenang air
ORGANISME     
1.       Kegiatan organisme tanah berpengaruh terhadap: akumulasi bahan organik, siklus unsur hara, pembentukan struktur tanah yang stabil
2.       Unsur N dapat diikat ke dalam tanah dari udara oleh bakteri penambat N, baik yang simbiosis maupun yang non simbiosis
3.       Vegetasi yang tumbuh di daerah tersebut dapat digunakan sebagai pencegah erosi tanah
Tanaman berdaun sedikit, misal cemara, pinus menyebabkan tanah bereaksi masam, sebaliknya tanaman berdaun lebat seperti jati menyebabkan tanah bereaksi basa, karena seresah tanaman jati banyak mengandung basa-basa.
Tanah di bawah pohon pinus biasanya lebih masam daripada tanah di bawah pohon jati.  Pencucian basa-basa lebih intensif pada tanah di bawah pohon pinus.
W A K T U
Waktu berpengaruh dalam pembentukan tanah, sehingga terbentuk:
1.       Tanah muda
Sifat tanah masih didominasi oleh sifat bahan induknya.  Terbentuk horison A dan horison C.
Contoh: Entisol
2.       Tanah dewasa
Dicirikan oleh terbentuknya horison B.
Termasuk tanah dewasa: Inceptisol, Vertisol dan Mollisol.
3.       Tanah Tua
Terjadi perubahan yang lebih nyata pada horison A dan B, sehingga terbentuk horison-horison: A1, A2, A3, B1, B2, B3.
Pencucian basa-basa makin meningkat, sehingga tinggal mineral yang sukar lapuk dalam tanah.  Tanah menjadi masam, misalnya: Ultisol, Oxisol.
IKLIM
1.       Merupakan faktor yang sangat penting dalam proses pembentukan tanah.
2.       Suhu dan curah hujan berpengaruh terhadap intensitas reaksi kimia dan fisika di dalam tanah.  Setiap suhu naik 10oC maka laju reaksi menjadi 2 kali lipat.
3.       Suhu dan curah hujan yang tinggi menyebabkan pelapukan dan pencucian berjalan cepat, shg terbentuk tanah masam (misal: Ultisol)
TOPOGRAFI (RELIEF)
Topografi berpengaruh terhadap pembentukan tanah melalui cara:
1.       Mempengaruhi jumlah air hujan yang meresap atau ditahan massa tanah.
2.       Mempengaruhi dalamnya air tanah
3.       Mempengaruhi besarnya erosi
4.       Mengarahkan gerakan air berikut bahan-bahan yang terlarut di dalamnya.

SIFAT-SIFAT FISIK DAN MORFOLOGI TANAH

§  Batas suatu horison dapat terlihat jelas atau baur.
§  Dalam pengamatan di lapang dibedakan:
(1) nyata (lebar peralihan < 2,5 cm)
(2) jelas (lebar peralihan 2,5 – 6,5 cm)
(3) berangsur (lebar peralihan 6,5 – 12,5 cm)
(4) baur (lebar peralihan > 12,5 cm)
§  Bentuk topografi batas horison: rata, berombak, tidak teratur atau terputus.
Warna Tanah
§  Merupakan petunjuk untuk beberapa sifat tanah
§  Perbedaan warna tanah umumnya disebabkan oleh perbedaan kandungan bahan organik.
§  Pada lapisan bawah, di mana kandungan bahan organik rendah, warna tanah dipengaruhi oleh senyawa Fe (besi)
§  Tanah berdrainase buruk, Fe dalam bentuk tereduksi (Fe2+) berwarna abu-abu
§  Tanah berdrainase baik, Fe dalam bentuk teroksidasi (Fe3+), berwarna merah atau kuning-coklat.
§  Warna tanah ditentukan dengan buku MUNSELL SOIL COLOR CHART.
Buku Munsell Soil Color Chart berisi 3 variabel untuk menentukan warna tanah:
(1) hue: warna spektrum yang dominan sesuai dengan panjang gelombang
(2) value: menunjukkan gelap terangnya warna
(3) chroma: menunjukkan kemurnian atau kekuatan dari warna spektrum
Hue untuk tanah normal dibedakan menjadi:
5R; 7,5R;  10R;  2,5YR;  5YR;  7,5YR;  10YR; 2,5Y; 5Y
R   = Red
Y   = Yellow
YR = Yellowish Red
Hue untuk tanah tereduksi (gley) yaitu:
5G; 5GY; 5BG dan N (netral)
Value dibedakan dari 0 sampai 8,  makin tinggi value menunjukkan warna makin terang.
Chroma dibagi dari 0 sampai 8,  makin tinggi chroma menunjukkan kemurnian atau kekuatan warna spektrum makin meningkat
Notasi dalam buku Munsell Soil Color Chart
Misal: 10YR 4/6
Hue = 10YR
Value = 4
Chroma = 6
Nama warna: merah
TEKSTUR TANAH
Macam-macam kelas tekstur tanah:
1.       Pasir
2.       Pasir berlempung
3.       Lempung berpasir
4.       Lempung
5.       Lempung berdebu
6.       Debu
7.       Lempung berliat
8.       Lempung liat berpasir
9.       Lempung liat berdebu
10.   Liat berpasir
11.   Liat berdebu
12.   Liat
Tanah dikatakan bertekstur pasir, apabila kandungan pasir minimal 70%
Tanah dikatakan bertekstur liat, apabila kandungan liat minimal 35%
Bila tidak termasuk keduanya, digolongkan bertekstur lempung
Contoh:
1. Suatu tanah mengandung:
Liat = 40%
Debu = 35%
Pasir = 25%
Tekstur tanah tsb adalah ……………..
2. Suatu tanah mengandung:
Liat = 10%
Debu = 15%
Pasir = 75%
Tekstur tanah tsb adalah ……………
3. Suatu tanah mengandung:
Liat = 25%
Debu = 35%
Pasir = 40%
Tekstur tanah tersebut adalah …………….
 Struktur Tanah
Merupakan susunan atau gumpalan kecil dari butir-butir tanah.  Gumpalan struktur ini terjadi karena butir-butir pasir, debu dan liat terikat satu sama lain oleh suatu perekat, misalnya bahan organik, oksida besi dll.
Struktur tanah dibedakan atas:
(1) bentuk atau tipe struktur
(2) ukuran atau kelas struktur
(3) kemantapan atau derajat struktur
Bentuk Struktur
1.  Lempeng
2.  Prisma
3.  Tiang
4.  Gumpal bersudut
5.  Gumpal membulat
6.  Granuler
7.  Remah
Ukuran atau Kelas Struktur
1. Sangat halus
2. Halus
3. Sedang
4. Kasar
5. Sangat kasar
KEMANTAPAN ATAU DERAJAT STRUKTUR
1.       Tingkat perkembangan Lemah
Butir-butir tanah mudah hancur
2.       Tingkat perkembangan Sedang
Butir-butir tanah agak sukar hancur
3.       Tingkat perkembangan Kuat
Butir-butir tanah sukar hancur
Konsistensi Tanah
Menunjukkan kekuatan daya kohesi butir-butir tanah atau daya adhesi butir-butir tanah dengan benda lain.
Tanah dengan konsistensi baik umumnya mudah diolah dan tidak melekat pada alat pengolah tanah.
Konsistensi tanah dapat diukur pada keadaan lembab, basah atau kering.
Dalam keadaan lembab, konsistensi dibedakan ke dalam gembur sampai teguh
Dalam keadaan kering, konsistensi dibedakan ke dalam lunak sampai keras
Dalam keadaan basah, dibedakan:
(1) plastisitasnya, yaitu dari plastis sampai tidak plastis
(2) kelekatannya, yaitu dari tidak lekat sampai lekat
Angka ATTERBERG
1.       Merupakan angka-angka kadar air tanah pada beberapa macam keadaan.
2.       Angka Atterberg berguna dalam penentujan tidak pengolahan tanah, karena pengolahan tanah sulit dilakukan kalau tanah terlalu kering atau terlalu basah.
3.       Sifat-sifat tanah yang berhubungan dengan angka Atterberg adalah:
1.       Batas mengalir (batas cair = liquid limit)
2.       Batas melekat
3.       Batas gulung (menggolek)
4.       Batas berubah warna (batas ganti warna)
5.       Indeks plastisitas
6.       Jangka olah

READ MORE » DASAR DASAR ILMU TANAH